Perpustakaan Ki Hadjar Dewantara “Unboxing” Bantuan Buku dan Rak dari Perpusnas RI 2025: Dukungan Nyata untuk Literasi Desa Mangunharjo
Meggy
04 Juli 2025 290 x Kabar Desa
Perpustakaan Ki Hadjar Dewantara “Unboxing” Bantuan Buku dan Rak dari Perpusnas RI 2025: Dukungan Nyata untuk Literasi Desa Mangunharjo
Mangunharjo, 1 Juli 2025 — Suasana penuh semangat menyelimuti Perpustakaan Ki Hadjar Dewantara Desa Mangunharjo saat tim pustakawan, mahasiswa KKN IPB, dan Tim SID bahu membahu melaksanakan proses “unboxing” bantuan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Bantuan berupa koleksi buku baru dan rak buku modern ini menandai langkah besar dalam penguatan fasilitas literasi di Desa Mangunharjo.
Bukan sekadar pembukaan kotak, momen ini menjadi selebrasi bagi dunia pendidikan dan literasi lokal. Satu per satu, buku-buku dari berbagai bidang keilmuan dan genre—dari fiksi populer hingga jurnal ilmiah, dari literatur budaya hingga referensi akademik terbaru—dikeluarkan dengan penuh kehati-hatian. Rak-rak buku ergonomis yang menyertainya siap menggantikan rak lama yang telah usang, memberikan wajah baru dan tata ruang yang lebih nyaman bagi pengunjung perpustakaan.
“Bantuan dari Perpusnas RI ini adalah angin segar bagi kami,” ujar Kepala Perpustakaan Ki Hadjar Dewantara, Khoirul, penuh haru. “Ini bukan hanya tentang penambahan koleksi, tapi tentang harapan, tentang bagaimana buku dan ilmu bisa menjangkau lebih banyak warga desa, dari anak-anak hingga lansia.”
Mendukung Literasi dan Digitalisasi Desa
Perpustakaan Ki Hadjar Dewantara sebelumnya telah menorehkan prestasi membanggakan sebagai perpustakaan terbaik peringkat ke-3 se-Kabupaten Wonogiri, berkat konsistensinya dalam mengembangkan layanan dan koleksi bacaan. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa perpustakaan desa mampu menjadi pusat literasi yang hidup dan berpengaruh.
Kegiatan unboxing hari ini juga memperkuat sinergi dengan inovasi digital desa, yakni Perpustakaan Digital MANGGALAKU (Mangunharjo Galeri Kawruh), yang hadir sebagai jembatan akses informasi berbasis teknologi. Integrasi layanan fisik dan digital ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem literasi inklusif dan berkelanjutan.
“Kami ingin membangun budaya membaca dari dua arah: dari buku yang bisa disentuh, dan dari layar yang bisa dijangkau siapa saja. Dengan perpustakaan fisik yang terus berkembang dan perpustakaan digital Manggalaku yang terus kami kembangkan, masyarakat Desa Mangunharjo tidak akan kekurangan akses terhadap ilmu,” ungkap Novi sebagai salah satu penggagas inovasi di Desa Mangunharjo dan Perpustakaan Desa Mangunharjo.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat
Mahasiswa KKN-T IPB yang tengah mengabdi di Desa Mangunharjo turut berperan aktif dalam proses ini. Mereka membantu proses inventarisasi, pelabelan, hingga penataan ulang koleksi buku, menunjukkan bahwa literasi dibangun tidak hanya dari gedung dan buku, tetapi dari semangat gotong royong dan kolaborasi lintas generasi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum edukatif bagi warga desa yang hadir, untuk mengenal lebih dalam pentingnya perpustakaan sebagai ruang belajar, ruang berpikir, dan ruang berimajinasi.
Harapan untuk Kemajuan Literasi Desa
Dengan hadirnya koleksi baru dan fasilitas yang diperbarui, Pemerintah Desa Mangunharjo berharap Perpustakaan Ki Hadjar Dewantara bersama MANGGALAKU dapat menjadi pusat transformasi literasi yang semakin kuat. Tidak hanya untuk pelajar dan mahasiswa, tetapi juga untuk para petani, pelaku UMKM, ibu rumah tangga, hingga generasi muda yang haus akan wawasan.
“Literasi bukan soal bisa membaca, tetapi juga soal memahami, berpikir kritis, dan menciptakan. Inilah yang ingin kami tanamkan melalui perpustakaan desa,” tegas Karyadi, Kepala Desa Mangunharjo dalam kesempatan terpisah.
Dengan dukungan dari Perpusnas RI, kolaborasi mahasiswa IPB, serta komitmen Pemerintah Desa, Desa Mangunharjo terus membuktikan diri sebagai desa yang melek informasi, cinta ilmu pengetahuan, dan berkomitmen pada kemajuan literasi yang menyeluruh.
(Meggy)

