PROGRAM INOVASI CERMAT (CERdas Mengelola Aktivitas dan Tindakan Sehat)

Meggy
27 September 2024 93 x Kabar Desa

RANCANG BANGUN INOVASI DESA

Nama Inovasi: CERMAT

(CERdas Mengelola Aktivitas dan Tindakan Sehat)


1. DASAR HUKUM

  • Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
  • Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2269/MENKES/PER/XI/2011 tentang Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  • Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting
  • Peraturan Daerah Kabupaten Wonogiri Nomor 8 Tahun 2021 tentang RPJMD Kabupaten Wonogiri Tahun 2021-2026
  • Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 98 Tahun 2023 tentang Inovasi Daerah Tahun 2023

2. PERMASALAHAN

Makro:

  • Masih rendahnya kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di kalangan anak-anak usia sekolah dasar.
  • Gizi buruk dan pola makan tidak seimbang menjadi tantangan umum dalam pembangunan kualitas SDM desa.
  • Kurangnya pendidikan kesehatan praktis di lingkungan sekolah dasar.

Mikro:

  • Anak-anak SD di Desa Mangunharjo belum memahami konsep PHBS dan gizi seimbang secara utuh.
  • Kegiatan edukasi kesehatan masih terbatas pada teori, minim praktik dan interaksi.
  • Tidak ada program khusus dari desa yang terintegrasi dengan sekolah dasar untuk pembiasaan perilaku hidup sehat.

 

 

 

 

3. ISU STRATEGIS

  • Anak-anak usia dini merupakan fase kritis pembentukan kebiasaan hidup sehat.
  • Intervensi melalui edukasi langsung dan menyenangkan lebih efektif membentuk perilaku jangka panjang.
  • Pemerintah desa perlu berperan aktif dalam mendukung program nasional pengurangan stunting dan peningkatan PHBS.
  • Sekolah dasar menjadi mitra strategis dalam menyampaikan pesan pembangunan kesehatan.

4. METODE PEMBAHARUAN

Kondisi Sebelum:

  • Tidak ada kegiatan edukatif berbasis praktik terkait PHBS dan gizi anak.
  • Anak-anak belum paham pentingnya mencuci tangan, makan sayur, sarapan sehat, dsb.

Kondisi Sesudah (Setelah CERMAT):

  • Anak-anak mendapatkan edukasi langsung mengenai PHBS dan isi piringku.
  • Diterapkannya pendekatan bermain sambil belajar (fun learning).
  • Kegiatan seperti: praktik cuci tangan pakai sabun, mengenal isi piringku, senam sehat.
  • Libatkan kader kesehatan, guru, dan pemerintah desa.

5. KEUNGGULAN & KEBAHARUAN

  • Inovasi dilakukan langsung di sekolah dasar melalui pendekatan yang menyenangkan.
  • Edukasi menggunakan metode visual, praktik, dan interaktif (kuis, simulasi, permainan).
  • Program dapat diadopsi oleh desa lain karena murah, cepat, dan berdampak.
  • Mendukung pencapaian target SDGs bidang kesehatan dan pendidikan.

 

 

 

 

 

6. TAHAPAN INOVASI & CARA KERJA

Tahapan Inovasi:

  • Identifikasi sekolah sasaran.
  • Koordinasi dengan pihak sekolah dan puskesmas/bidan desa.
  • Penyusunan materi edukasi (PHBS dan isi piringku).
  • Pelaksanaan kegiatan edukasi dan praktik langsung di sekolah.
  • Evaluasi pemahaman dan pembiasaan siswa.

Cara Kerja:

  • Kegiatan dilaksanakan di sekolah dasar melalui kolaborasi guru, kader, dan perangkat desa.
  • Anak-anak mengikuti kegiatan seperti:
    • Praktik cuci tangan pakai sabun
    • Pengenalan makanan sehat dan isi piringku
    • Kuis dan permainan edukatif
    • Senam sehat bersama

7. TUJUAN

  • Meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa SD tentang pentingnya PHBS.
  • Membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.
  • Menekan potensi masalah gizi buruk dan kebersihan lingkungan di masa depan.
  • Menjadi inovasi desa dalam mendukung generasi sehat dan cerdas.

8. MANFAAT

  • Anak-anak lebih memahami cara hidup bersih dan sehat.
  • Meningkatkan kualitas kesehatan anak usia sekolah.
  • Mendukung penurunan angka stunting dan penyakit berbasis lingkungan.
  • Memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan SDM unggul di desa.

 

 

 

9. DAMPAK

  • Perubahan perilaku siswa yang mulai membiasakan cuci tangan, makan sayur, dan sarapan sehat.
  • Sekolah menjadi lebih aktif dalam mengintegrasikan kesehatan dalam kegiatan belajar.
  • Kader kesehatan desa memiliki peran lebih nyata dalam edukasi publik.
  • Program ini dapat direplikasi oleh sekolah atau desa lain dengan sumber daya minimal dan hasil maksimal.


MANUAL BOOK CERMAT dapat diunduh melalui : MANUAL BOOK CERMAT

Kades Nasional Bupati Pemda Desaku wonogiri

Berita Terkini

Rakor & Pertemuan Rutin RT/RW..

Sal Meggy
Kabar Desa