Mangunharjo, 05 Oktober 2025 – Masa remaja adalah fase emas yang penuh eksplorasi, namun juga penuh risiko. Menyikapi hal ini, Pemerintah Desa Mangunharjo bekerja sama dengan Dinas BKN (Badan Narkotika Kabupaten) Sukoharjo mengadakan penyuluhan interaktif bertajuk "Bahaya Narkoba, Hindari Seks Bebas: Wujudkan Generasi Muda, Sehat, Cerdas, dan Bermartabat."
Penyuluhan ini menargetkan peserta usia 9 hingga 18 tahun, kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh negatif dari lingkungan sosial dan media digital. Acara yang digelar di Balai Desa Mangunharjo ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan yang komprehensif agar para remaja mampu membuat keputusan yang tepat dan bertanggung jawab.
Sesi penyuluhan dibuka dengan pendekatan yang menarik, tidak sekadar ceramah, melainkan melalui studi kasus nyata dan diskusi, begitu juga diiringi dengan alunan musik dan nyanyian.
Materi tentang bahaya narkoba dan seks bebas disampaikan oleh Agus Widanarko SE.MH.MSI. Ia menjelaskan secara gamblang bagaimana narkotika merusak sistem saraf pusat, bukan hanya merusak masa depan, tetapi juga merenggut nyawa.
"Narkoba seringkali diawali dengan rasa penasaran atau tekanan teman sebaya. Ingat, kata 'coba-coba' adalah jebakan paling berbahaya," tegas Agus. Ia menekankan pentingnya kemampuan remaja untuk menolak tanpa merasa takut dikucilkan.
Tidak kalah penting, mengenai risiko seks bebas, pembahasan berfokus pada dampak jangka panjang, baik dari aspek fisik (seperti risiko Penyakit Menular Seksual dan HIV/AIDS), psikologis (seperti trauma dan depresi), hingga sosial (risiko pernikahan dini atau putus sekolah).
"Tubuh adalah aset paling berharga. Menjaga diri adalah bentuk penghargaan tertinggi pada diri sendiri dan keluarga. Sebelum mengambil keputusan, pikirkan konsekuensi untuk masa depan, keluarga, dan impian," ujar Agus.
Penyuluhan ini menyimpulkan bahwa kunci utama pencegahan terletak pada:
1. Penguatan Karakter: Membangun harga diri yang kuat agar tidak mudah terpengaruh rayuan.
2. Literasi Informasi: Mampu memilah informasi yang benar dari yang menyesatkan di media sosial.
3. Hobi Positif: Menyibukkan diri dengan kegiatan bermanfaat seperti olahraga, seni, atau kegiatan sosial di komunitas.
"Tugas kita adalah menjadikan remaja cerdas dalam mengambil pilihan. Dengan bekal pengetahuan ini, kita berharap remaja menjadi generasi yang sehat, terhindar dari perilaku berisiko, dan siap menjadi pemimpin masa depan," tutup Agus dalam pidato penutupnya.
Penyuluhan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun benteng diri. Peserta muda diajak mengisi waktu luang dengan kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan bakti sosial, serta memanfaatkan dunia digital untuk hal yang produktif dan edukatif.
Diharapkan, dengan pemahaman yang mendalam ini, peserta tidak hanya terhindar dari bahaya, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas , bermartabat, dan meraih prestasi gemilang di masa depan.
MATERI PENYULUHAN DAPAT DIUNDUH MELALUI LINK BERIKUT : KLIK DISINI
Meggy

