MENGUKIR KISAH DALAM KAYU

Meggy
25 April 2025 906 x Kabar Desa

Mentari pagi menyapa lembut melalui celah jendela bengkel sederhana di Mangunharjo. Debu kayu halus menari-nari dalam sinarnya, menciptakan atmosfer hangat dan akrab. Di tengah kesibukan pagi yang mulai terasa, Pak Mariyadi, dengan kemeja lengan panjang yang sudah akrab dengan serbuk kayu, tampak tekun mengamati sepotong kayu jati dan mahoni di atas meja kerjanya.

Pak Mariyadi mempunyai 5 karyawan jam operasiol 07.00-16.00 setiap hari, Libur operasioal di hari minggu. Setiap hari nya menghasilkan 100 unit barang

Pak Mariyadi menceritakan pengalamannya 10 tahun berkecimpung dengan dunia kayu. Tangannya yang kasar namun terampil membelai permukaan kayu, seolah merasakan setiap serat dan alurnya. Matanya yang awas menangkap potensi tersembunyi dalam setiap guratan, membayangkan bentuk indah apa yang akan lahir dari bahan mentah ini.

Suara serutan kayu yang khas beradu dengan bunyi ketukan palu yang ritmis, menciptakan melodi tersendiri di dalam bengkel. Alat-alat ukir yang beragam, dari yang tampak kuno hingga yang lebih modern, tersusun rapi di dinding, menjadi saksi bisu berbagai karya yang telah diciptakan. Aroma khas kayu jati dan mahoni yang manis dan sedikit pedas bercampur dengan bau lem kayu, menciptakan identitas unik ruang kerja Pak Mariyadi.

Hari ini, Pak Mariyadi sedang mengerjakan pesanan sebuah pemotong singkong, pasah bawang merah untuk seorang pelanggan di kota. Pak Mariyadi menjual barang dengan cara Online Shop, Setiap detail diperhatikannya dengan seksama. Baginya, kayu bukan sekadar bahan baku, melainkan sebuah medium untuk mengekspresikan seni dan keindahan.

"Kayu itu punya jiwa," ujarnya suatu kali kepada seorang pemuda yang magang di bengkelnya. "Kita harus mendengarkannya, mengikuti alurnya, dan menghidupkannya kembali dalam bentuk yang baru."

Proses pengerjaan sebuah karya kayu bagi Pak Mariyadi bukanlah sekadar rutinitas, melainkan sebuah perjalanan yang membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan cinta. Setiap goresan pahat adalah ungkapan rasa, setiap sambungan adalah wujud kekuatan dan keharmonisan. Ia tidak hanya membuat perabot, tetapi juga mewariskan nilai-nilai keindahan dan keahlian tradisional kepada generasi berikutnya.

Ketika matahari mulai meninggi, pemotong keripik, pasah bawang merah itu perlahan mulai menunjukkan wujudnya. Ukiran-ukiran yang tadinya hanya berupa garis-garis samar kini menjelma menjadi detail yang memukau. Pak Mariyadi mengamati karyanya dengan tatapan puas, sebuah senyum tipis menghiasi wajahnya. Baginya, kepuasan terbesar bukanlah sekadar upah yang diterima, tetapi melihat sebuah batang kayu mentah bertransformasi menjadi sebuah karya seni yang akan diwariskan dari generasi ke generasi.

Di Mangunharjo, di tengah kesederhanaan bengkelnya, Pak Mariyadi terus mengukir mimpi dan menghidupkan kayu. Setiap karyanya adalah cerminan dari dedikasi, keahlian, dan cintanya pada kayu, sebuah narasi bisu yang akan terus bergema dalam setiap serat dan ukirannya.


Meggy

Kades Desaku wonogiri

Berita Terkini

Rakor & Pertemuan Rutin RT/RW..

Sal Meggy
Kabar Desa

Kolom Komentar


Berikan Komentar

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *