Pelatihan Pranata Adicara Adat Jawa di Desa Mangunharjo: “Menyelami Peran, Melestarikan Tradisi”
Meggy
04 Juli 2025 388 x Kabar Desa
Pelatihan Pranata Adicara Adat Jawa di Desa Mangunharjo: “Menyelami Peran, Melestarikan Tradisi”
Mangunharjo, 3 Juli 2025 — Pemerintah Desa Mangunharjo, Kecamatan Jatipurno, menggelar Pelatihan Pranata Adicara Adat Jawa sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya lokal. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Juli 2025 dan Jum’at, 4 Juli 2025 di Balai Desa Mangunharjo, diikuti oleh Ketua RT dan RW se-Desa Mangunharjo yang berlatar belakang usia berbeda dan memiliki ketertarikan pada budaya dan kesenian Jawa, khususnya seni membawakan acara adat secara tradisional.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para peserta dengan keterampilan menjadi pranata adicara, yaitu pembawa acara dalam upacara adat Jawa. Profesi ini memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan prosesi budaya, karena seorang pranata adicara bukan hanya pembaca susunan acara, tetapi juga penjaga nilai, pembawa suasana, dan penghubung antara tradisi dengan masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari beberapa materi penting, antara lain:
· Filosofi dan makna simbolik dalam adat Jawa, untuk memberikan dasar pemahaman budaya yang mendalam.
· Struktur atau anatomi upacara adat seperti pernikahan, khitanan, hingga ritual keagamaan, dari awal hingga akhir, mulai dari sambutan, sesaji, doa, hingga penutup.
· Penggunaan bahasa Jawa krama inggil, termasuk tata bahasa, sastra, dan intonasi suara.
· Etika dan penampilan pranata adicara, meliputi busana adat, sikap tubuh, serta cara berinteraksi dengan tokoh masyarakat dan tamu undangan.
· Serta praktik langsung melalui simulasi acara, di mana peserta mempraktikkan peran sebagai pranata adicara dalam skenario upacara tertentu, seperti pernikahan adat.
“Mboten namung saged ngucapake, nanging ugi saged ngraosake makna ing saben ukara. Menjadi pranata adicara adalah menjadi penyambung nilai budaya yang terus hidup,” tutur salah satu narasumber dengan penuh semangat
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Desa Mangunharjo berharap masyarakat semakin bangga terhadap warisan budaya sendiri dan mampu menampilkan serta menghidupkan kembali nilai-nilai luhur dalam berbagai acara adat. Pranata adicara bukan hanya sebuah profesi, melainkan juga wujud cinta dan tanggung jawab terhadap kelestarian budaya Jawa.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, terutama generasi muda yang ingin turut berkontribusi dalam menjaga dan meneruskan tradisi. Dengan bekal yang diperoleh melalui pelatihan ini, diharapkan akan lahir pranata adicara desa yang berkarakter, berwibawa, dan mampu tampil percaya diri, membawa misi pelestarian budaya dalam setiap kesempatan.
(Meggy)

